Menanamkan Hidup Sederhana pada Anak

Menanamkan Hidup Sederhana pada Anak

Menanamkan Hidup Sederhana pada Anak

Ayah dan Bunda, Globalisasi merambah cepat ke seluruh pelosok dunia, tak terkecuali Indonesia. Perkembangan teknologi yang semakin pesat menyebabkan menjamurnya perangkat media massa dan elektronik.
Hal ini mengakibatkan perubahan perilaku dan gaya hidup masyarakat Indonesia.

Dampak modernisasi pada anak dan remaja sudah
sangat mudah ditemukan dalam kehidupan seharihari.
Ada perbedaan nilai pada anak dan remaja generasi sebelumnya. Perbedaan tersebut nampak dari kecenderungan perilaku pada anak dan remaja jaman sekarang yang dihadapkan pada gaya hidup mewah dan mengutamakan kesenangan semata sebagai tujuan hidup.

Oleh karena itu, Ayah dan Bunda diharapkan dapat menumbuhkan pola hidup sederhana kepada anak sejak dini.

Hidup sederhana adalah perilaku yang disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya.
Perilaku atau gaya hidup ini mementingkan pemenuhan
kebutuhan utama seperti makanan bergizi, tempat tinggal, pakaian, pendidikan, dan kesehatan dalam
keluarga.

• Menanamkan pola hidup sederhana harus dilakukan dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
• Peran orang tua sangat penting sebagai contoh bagi anak.

Belajar dari Potret Kesederhanaan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam

Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam adalah seorang pemimpin umat, manusia terbaik, ash shadiqul mashduq (orang yang benar dan dibenarkan oleh Allah). Namun apakah kehidupan beliau bergelimang harta dan kemewahan? Ternyata tidak demikian. Sebaliknya kehidupan beliau sangat-sangat sederhana dan bersahaja.

Sederhananya cara berpakaian Nabi

Dalam suatu hadits Bukhari-Muslim, diceritakan tentang seorang Arab Badwi (daerah gurun/desa pinggiran) yang mengajukan beberapa pertanyaan penting dan mendasar kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, ketika beliau sedang berkumpul bersama para sahabatnya di masjid.

Namun yang menarik, perhatikan bagaimana ketika orang Badwi ini masuk ke masjid. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, beliau mengatakan:

بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ أَصْحَابِهِ جَاءَهُمْ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ فَقَالَ: أَيُّكُمُ ابْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ؟

“Ketika Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam sedang bersama para sahabatnya, datanglah seorang lelaki Badwi lalu bertanya: ‘siapakah diantara kalian yang merupakan cucu Abdul Muthalib?’”

Dalam riwayat lain:

بينما نحن جلوسٌ مع النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم في المسجدِ، دخل رجلٌ على جَمَلٍ، فأناخه في المسجدِ ثم عَقَلَهُ، ثم قال لهم : أَيُّكم مُحَمَّدٌ ؟

“Ketika Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam sedang bersama para sahabatnya, datanglah seorang lelaki sambil menunggang unta, lalu ia meminggirkan untanya di masjid kemudian mengikatnya. Ia bertanya: ‘siapakah diantara kalian yang bernama Muhammad?” (HR. Bukhari no. 63, Muslim no. 12).

Jadi lelaki Badwi ini hendak mencari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, seorang Rasul, namun dia melihat tidak ada orang penampilannya mencolok atau beda sendiri. Sehingga dia perlu untuk bertanya. Ini menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam berbusana dan berpenampilan sebagaimana para sahabat, tidak beda sendiri, tidak mencolok perhatian, walaupun beliau seorang yang paling mulia di antara mereka.

Menanamkan Hidup Sederhana pada Anak,Menanamkan Hidup Sederhana pada AnakMenanamkan Hidup Sederhana pada Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *